Judi Online Bank Indonesia Mourinho Kecam Upaya Yaya Toure

Judi Online Bank Indonesia Mourinho Kecam Upaya Yaya Toure – Rasisme memang marak terjadi dalam dunia persepakbolaan di Eropa. Namun demikian Jose Mourinho lebih tidak antusias lagi bila ada seorang pesepakbola yang meminta kepada rekan-rekan sesamanya untuk memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia.

Adalah Yaya Toure yang sedang mencuat ke permukaan setelah dirinya menjadi salah satu sasaran empuk dari fans CSKA Moskow saat tampil di Liga Champions tengah pekan lalu dan hal ini membuat gelandang Manchester City itu berupaya membujuk rekan-rekannya yang berkulit hitam untuk memboikot aksi Piala Dunia 2018.

Meski demikian Mourinho mengaku turut bersimpati atas apa yang menimpa calon lawannya di akhir pekan ini namun tetap tidak membenarkan tindakan yang akan dilakukan oleh Toure, karena pada kenyataannya hanya membua suasana semakin tidak bersahabat bila membendung upaya pesta sepakbola paling akbar sedunia itu.

“Saya menghormati setiap keputusannya, namun saya tidak setuju pada satu titik. Karena sepakbola merupakan sejarah dari bangsa-bangsa dan multi etnis untuk bertarung dalam satu wadah yang sesungguhnya dan sejujurnya pemain berkulit hitam memiliki kontribusi yang sangat besar di dalam dunia sepakbola,” tandas Mourinho.

“Pergi ke turnamen Piala Dunia dan ini merupakan ekspresi terbesar dari sebuah tim nasional untuk mengikuti kompetisi ini – ras dan orang-orang dari sepenanjung bumi berkumpul jadi satu. Dan pemain berkulit htam sangat, sangat penting untuk turut berperan serta.

“Siapa yang lebih penting? Miliaran orang yang jatuh cinta dengan permainan sepakbola di seluruh dunia, atau beberapa ribu yang pergi ke stadion sepakbola dan memiliki perilaku memalukan dalam kaitannya dengan pemain kulit hitam?

“Jika saya adalah seorang pemain berkulit hitam, maka saya akan mengatakan miliaran orang lain jauh lebih penting. Mari kita melawan ribuan tetapi memberikan kepada miliaran apa yang mereka inginkan: yaitu sepakbola. Sepakbola tanpa pemain hitam bagaikan sayur tanpa garam.”

Dia menyarankan bahwa terserah masing-masing keluarga, termasuk orang tua, daripada sepakbola secara keseluruhan untuk memerangi rasisme, menambahkan: “Tentu saja saya memiliki simpati (untuk Toure). Namun saya berpikir pemain harus mulai menyadari bahwa sepakbola adalah sebuah pertandingan yang indah.

“Mereka harus mulai memahami bahwa presentase bagi orang-orang untuk datang ke dalam stadion untuk menyaksikan sebuah permainan murni dan menghormati setiap perbedaan dari masing-masing pemain, dan sepakbola jauh lebih penting ketimbang sebuah kelompok kecil di dalam stadion yang mencoba bersikap tidak adil.”

Seperti kadang-kadang terjadi sebelum pertandingan besar digelar, Mourinho menyatakan dalam suasana hati pada umumnya. Ia memuji City seperti memiliki dua tim yang sangat baik, salah satu di atas lapangan,  dan satu lagi di bangku cadangan dan penonton.

Meski demikian Mourinho menolak untuk membahas kritik tajam seperti yang dilaporkan kepadanya oleh pelatih Cardiff, Macky Malkay, kemudian dalam buku autobiografi Sir Alex Ferguson, di mana ia jauh lebih berkonsentrasi untuk menghadapi mantan pendahulunya di Real Madrid, Manuel Pellegrini beserta Manchester City.

(Win)