Claudio Ranieri Kecewa Dengan Kekalahannya

Claudio Ranieri Kecewa Dengan Kekalahannya

Claudio Ranieri Kecewa Dengan Kekalahannya – Pelatih Monaco Claudio Ranieri sedang dirundung kekesalan. Tidak lain dan tidak bukan adalah hasil buruk yang dicapai oleh anak-anak asuhannya yang justru menelan kekalahan tipis 2-1 dari tamunya Valenciennes.

Bertarung dihadapan pendukungnya sendiri, Ranieri sudah mematok target penting, yaitu tiga angka di tangan, karena mereka bisa memiliki kesempatan untuk menggeser tahta sementara Paris Saint-Germain, namun apa yang terjadi mereka justru tidak berkutik di Stade Louis II, yang merupakan kekalahan perdana di kandang sendiri pada musim ini.

Dua gol yang bersarang ke dalam gawang Monaco diciptakan oleh gol bunuh diri kapten tim, Eric Abidal dan David Ducourtioux bagi tim tamu dan mengendalikan jalannya pertandingan sebelum Radamel Falcao gagal mengeksekusi penalti yang diberikan, namun James Rodriguez, yang mengharumkan namanya hasil memanfaatkan tendangan penjuru.

Sebenarnya Rodriguez kembali menjaringkan gol keduanya dan sekaligus mengimbangi pertandingan, namun sayang hakim garis terlebih dulu mengangkat bendera dan Ranieri, yang mengakui keputusan itu sangat tepat, hanya bisa meratapi sejumlah peluang matang terbuang sia-sia.

“Saya mengetahui sepakbola dan saya selalu memahami bahwa tidak ada pertandingan yang mudah bagi semua pemain-pemain saya,” tegas sang pelatih berpengalaman.

“Menurut pengamatan saya, dalam kurun 15 menit pertama penampilan anak-anak asuhan saya sangat buruk. Dan baru setelah kami mengendalikan serangan segalanya berjalan dengan baik dan peluang mulai datang dengan sendirinya.

“Kami ingin bermain cepat namun sayangny tidak ada kesempatan yang tiba untuk bisa kami maksimalkan menjadi gol. Hari ini kami benar-benar sungguh tidak beruntung.

“Saya katakan hal ini sama seperti yang saya katakan kepada pemain-pemain saya, bahwa sepakbola memang seperti itu. Ini merupakan sebuah pertandingan yang sangat indah. Valenciennes bermain baik, tanpa ada ketegangan yang terlihat dari mereka, dan seperti menerima hasil apa pun juga.

“Kami kebobolan pertama, dan gol kedua tercipta dari sebuah serangan balik yang sangat sempurna.”

 Sementara itu dimintai keterangan mengenai gol penyeimbang, namun justru hakim garis membuat keputusan berbeda, Ranieri menambahkan: “Saya pikir hal itu hanya selisih tiga centimeter saja. Mungkin hakim garis memiliki pengamatan manusia super, karena ia bisa melihat jarak yang tipis itu, dan kemudan mengambil keputusan dengan mengangkat bendera.”

Falcao, yang baru saja kembali setelah mengalami gangguan paha, masuk di babak kedua sebagai pemain pengganti, dan ini merupakan penampilan perdana baginya, sejak 24 November lalu dan Ranieri mengaku sangat senang dengan kehadirannya.

“Tentu tidak mudah bagi seorang pemain, yang dalam kurun waktu satu bulan tidak berlatih, sehingga dengan demikian saya mengakui penampilannya masih sangat baik dan mampu melakoni perannya tanpa kekurangan,” lanjut sang ahli strategi berkebangsaan Italia.

“Jika saja kami mampu melesakan penalti tersebut, dan penguasaan di sepanjang pertandingan, mungkin kami bisa mengungguli lawan kami dengan keadaan 4-2.”